Feeds:
Tulisan
Komentar

KETIKA Henry Ford meninggal dunia dan sampai di surga, di pintu gerbang ia disambut oleh malaikat.

“Karena Anda adalah orang yang baik, dan ciptaan Anda, mobil Ford, telah mengubah dunia, sebagai hadiahnya Anda boleh memilih tinggal disurga ini bersama siapa saja,” kata malaikat

“Terima kasih. Saya memilih untuk tinggal bersama Adam, orang pertama,” ujar Ford.

Ketika bertemu dengan Adam, Ford bertanya, “Bukankah Anda yang menciptakan wanita?”

Adam menjawab, “Ya.”

“Design ciptaan Anda banyak cacatnya: terlalu banyak tonjolan-tonjolannya; berisik; bodi belakang goyangnya terlalu banyak; tempat pemasukan terlalu dekat dengan tempat pembuangan.

“Tunggu dulu. Coba saya lihat dulu ke komputer,” kata Adam seraya mengetikkan beberapa kalimat perintah ke komputer, dan beberapa saat kemudian keluar hasilnya.

“Ya, memang ada beberapa kelemahan dalam design saya. Tetapi menurut data di komputer, ternyata lebih banyak laki-laki yang mengendarai ciptaan saya daripada mobil Ford ciptaan anda.”

Sumber: Inilah.com

Resep Hidup Bahagia

Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough.  -Oprah Winfrey-

Hari ini saat lagi ngopi pagi saya nemu formula kenapa seseorang sering ngerasa tidak bahagia dalam hidupnya.Tau kenapa? Ternyata sebabnya karena kita fokus pada apa yang tidak dimiliki bukan pada apa yang dimiliki sehingga hidupnya selalu mencari cari.

Mulai hari ini belajarlah fokus pada apa yang anda miliki, niscaya anda akan selalu mengucap syukur dalam segala hal. Ada banyak hal yang patut disyukuri namun mata kita seringkali tertutup akan hal itu, karena anda termasuk saya fokus pada apa yang tidak dimiliki. Lalu terdengar suara celetukan dari dalam, ya iyalah kalo segala sesuatu berjalan dengan lancar tidak sulit untuk mengucap syukur, tapi coba kalo lagi dalam kesulitan, bisa ga? seharusnya sih bisa. Formulanya adalah fokus pada apa yang anda miliki, bukan pada apa yang tidak anda miliki.

Banyak orang kaya yang hidupnya tidak bisa bahagia meskipun sudah berkecukupan, karena formula itu tadi, tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki. Itu sebabnya Tuhan dalam Doa Bapa Kami bilang: “….berikanlah kami pada hari ini makanan kami YANG SECUKUPNYA….”. Kenapa TUHAN pakai kata cukup bukan pantas, banyak atau lebih, sebab TUHAN memberlakukan standar yang sama bagi semua orang.  Cukup ada ukurannya. Cukup bagi anda juga saya ada porsi standarnya. Contohnya adalah makanan,bila anda makan siang porsi cukup itu taruhlah sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya, kecuali kalau lagi melakukan aktivitas fisik yang lebih barangkali dengan sedikit nambah. Tapi bila anda makan sampai menghabiskan 5 piring dan itupun belum cukup maka akan timbul masalah, obesitas, diabetes, kolesterol naik dll. Oleh karena itu fokuslah pada apa yang anda miliki dan nikmatin jangan hanya memikirkan apa yang tidak anda miliki. Cukupkanlah dirimu untuk kecukupan hari ini, jangan lebih jangan kurang

Pelajaran Kewirausahaan

Oleh: Rhenald Kasali
Ketua Program MM UI

CUKUP menggelikan pendapat sejumlah orang yang mati-matian mengatakan bahwa sekolah bukanlah jalur untuk berwirausaha. Orang-orang itu, biasanya gagal dalam menempuh ilmu, percaya dirinya sama seperti Bill Gates yang memilih membangun Microsoft dari garasi rumahnya ketimbang melanjutkan sekolahnya ke Harvard pada 1975.

Diilhami Robert T Kiyosaki yang -maaf– mengaku gelar PhDnya atau sekolahnya telah membuat dirinya bangkrut,orang-orang korban sekolahan itu membuka sekolah yang “memaki-maki” sekolah. Sudah sering saya dengar ucapan-ucapan mereka yang disampaikan secara sinikal kepada para mahasiswa,“Kalian goblok!”

Maksudnya, tentu saja bodoh bagi mereka yang masih percaya dengan sistem sekolahan dan meneruskan sekolahnya. Belakangan ucapan-ucapan sinis itu berdatangan lagi dari berbagai kalangan yang menganggap dosen-dosen tidak bisa mengajar berwirausaha. Dapatkah kita membenarkan pendapat itu?

Benar banyak kita temui orang orang yang gagal sekolah ternyata berhasil menjadi pengusaha besar dan terkenal. Misalnya, Tjoa Ing Hwie yang tak bersekolah tinggi mampumembangunGudangGaram menjadi perusahaan rokok yang besar. Bob Sadino, Hendi Setiono, dan banyak lagi orang-orang yang gagal melanjutkan sekolahnya ternyata mampu menjadi pengusaha.

Namun sebaliknya, kita juga harus jujur ada ratusan ribu orang yang terperangkap dalam kemiskinan karena tidak memiliki pendidikan yang memadai. Lantas bagaimana kalangan yang berpendidikan? Ternyata masalah serupa juga ditemui di sini. Jumlah penganggur di antara kalangan berpendidikan saat ini sudah mendekati 1 juta orang. Sementara itu, di antara orang-orang yang berkarier, sekitar 30% diantaranya gagal meraih kesejahteraan sesuai dengan bekal pendidikannya.

Namun kita juga harus jujur, bahwa banyak ditemui nama-nama besar di kalangan dunia usaha yang berasal dari dunia kampus dan berpendidikan tinggi. Ir Moh Najikh, eksportir ikan teri yang mempekerjakan lebih dari 3.000 orang adalah lulusan IPB. Dr Poernomo Prawiro dan drg Chairul Tanjung yang masing-masing mendirikan Blue Bird dan Para Group (Bank Mega,Trans TV,dan Trans 7) adalah lulusan FK dan FKG UI.

Konsultan struktur terkenal Prof Dr Wiratman dan pemilik usaha Dayu Group (Bersih Sehat, Visi, dan Midori) adalah lulusan ITB.Sudhamek Agung Waspodo (Garuda Food) adalah lulusan UKSW. Demikianlah seterusnya, kita masih banyak menemui ribuan nama-nama lain usahawan yang sukses berasal dari kampus.

Lantas apa kesimpulan dari faktor-faktor di atas? Dapatkah kita menyimpulkan orang-orang yang sekolah tinggi itu sebagai orang yang bodoh dan hanya membuang waktu sia-sia belaka? Atau tepatkah kita mengatakan kampus bukanlah tempat yang baik untuk menyemai benih-benih kewirausahaan? Saya kira Anda sendiri dapat menyimpulkannya.

Pelajaran Kewirausahaan

Seminggu ini saya banyak menghabiskan waktu dengan kolega kolega yang mengajar kewirausahaan dan menyambangi para rektor pada enam universitas terkemuka bersama Bank Mandiri. Setelah bekerja keras selama lima bulan, akhirnya kami berhasil mempersembahkan sebuah modul yang dapat dipakai untuk mengajar kewirausahaan.

Minggu lalu, 50-an dosen dari enam PTN yang menyusun modul itu (UI,UGM,Unpad,ITB,IPB,dan ITS) bertemu di Rumah Perubahan. Kami membahas gagasangagasan baru dan cara-cara yang efektif dalam mendidik anak-anak kami agar mereka mampu menjadi usahawan modern bermental baja.

Di luar dugaan, ternyata ada cukup banyak dosen kewirausahaan yang sudah berhasil menjadi usahawan. Namun, tentu saja wirausaha itu tidak selalu wirausahawan bisnis (business entrepreneur). Di antara mereka ada yang menjadi social entrepreneur, ecopreneur, bahkan intrapreneur. Bahkan, saya juga menemui dosen yang sangat kreatif yang melakukan terobosan-terobosan akademis, menghasilkan risetriset serapan yang menghasilkan kegiatan ekonomi yang berhasil, menerbitkan buku-buku yang berpengaruh,dan seterusnya.

Namun kita semua sepakat, demam kewirausahaan yang sudah meninggi saat ini perlu diimbangi dengan aturan-aturan dan tradisi akademis yang tidak kaku. Di Unpad misalnya, Rektor Prof Ganjar Kurnia mengatakan, agar skripsi mahasiswa fakultas ekonomi dapat diajukan berupa rencana bisnis. Rektor IPB Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc bahkan lebih berani lagi, menandaskan agar semua lulusan IPB berkarakter wirausaha dan setiap mahasiswa yang diterima di tahun pertama diwajibkan mengambil mata kuliah kewirausahaan.

Di ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MSc PhD, juga rektornya,melakukan hal serupa. Demikian pula di ITB yang sangat mengedepankan proses inovasi untuk menumbuhkan technopreneurIndonesia. Namun di balik itu semua, selalu terungkap cerita kurang sedap berupa hambatan-hambatan dan komentar-komentar sinis dari banyak ilmuwan yang masih berpikir entrepreneurship itu adalah pendangkalan atau sekadar dagangan.

Orang-orang yang berjuang di kampus mendorong terjadinya perubahan dan mencoba menerapkan spirit kewirausahaan dalam pemberian pelayanan, berorientasi kepada pasar masih sering menemui ujian-ujian dan hambatan. Kadang saya berpikir, apa mungkin kita mengajarkan kewirausahaan kalau kita bersikap antipasar? Dulu, sewaktu saya membongkar program doktoral untuk menjadi lebih berkualitas, lebih bertanggung jawab dengan standar internasional, jadwal perkuliahan yang lebih teratur,kultur akademis yang lebih saling menghargai dan terbuka, saya pun menghadapi banyak tantangan.

Masalah tidak muncul saat program studi serbakekurangan, tak punya fasilitas yang memadai, dengan gaji setara PNS, pegawai yang berwajah murung, ruang kelas yang serbaseadanya. Masalah baru muncul ketika cara kerja entrepreneur mulai dipacu, sumbangan-sumbangan mulai masuk, dosen-dosen hebat yang berasal dari luar dunia akademis mulai ikut bergabung, fasilitas kerja lebih modern.

Staf-staf berseragam menarik dan cantik-cantik mulai duduk di kursi pelayanan dan ruang-ruang kelas tampak berkilauan. Uang kuliah dipatok harga pasar namun beasiswa diperbanyak.Kompetisi antardosen agar memberikan kuliah yang terbaik diterapkan. Gaji yang lebih mencerminkan produktivitas pun mulai diterapkan.

Setelah itu muncullah sas-sus (gosip, rumor, omongan-omongan tidak sehat, dan undanganundangan yang lebih bersifat mengadili daripada mendukung). Servis yang baik itu dianggap sebagai ancaman. Customer friendly yang diterapkan dalam pelayanan dianggap sebagai ko l u s i , mahasiswa-mahasiswa yang populer dan berkedudukan dianggap “tidak mencerminkan mutu”.

Hambatan-hambatan pun berdatangan dan lambat laun karakter kewirausahaan terancam. Persoalan-persoalan seperti ini dapat terjadi di banyak kampus namun itulah tantangan kewirausahaan. Dibutuhkan keberanian, kejujuran, ketulusan, kepemimpinan dan visi jauh ke depan. Modul kewirausahaan yang kami buat tentu dimaksudkan agar lahir lebih banyak lagi wirausahawirausaha unggul dari kampus.

Modul ini dilengkapi dengan enam keping CD testimoni. Instruktur manual, power point presentasi untuk pengajaran, dan yang lebih menarik lagi, setiap kampus yang memakai modul ini diberi bantuan modal untuk mahasiswa sebesar Rp200 juta dari Bank Mandiri. Materi pengajaran sendiri, lebih bersifat practical,dilengkapi tugas-tugas lapangan, gamesuntuk mengasah kreativitas, personal testing, dan teknik-teknik untuk membangun usaha sebagai pemula. Sebuah kerja keras membutuhkan dukungan Anda semua. Semoga semakin banyak kalangan terdidik yang berhasil membantu negeri mengatasi masalah pengangguran.

Ada orang yang mempersepsikan uang  secara riil, riil di sini bukan cuma berupa uang kertas, tapi mungkin juga berupa bond, saham, dan aset2 berharga lain. Yang lain mempersepsikan uang itu dari sisi value atau nilai dari suatu aset. Ingat, nilai bukan jumlah asetnya.

Saya punya pandangan tersendiri mengenai uang yaitu: “uang tidak dapat diciptakan, dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi uang dapat berpindah kantong dari satu kantong ke kantong yang lain”. Uang yang saya maksud disini bukan secara riil tapi value. Jadi kalo ada orang bilang, “lho, jumlah uang yang beredar di seluruh dunia bisa bertambah, karena setiap bank sentral memiliki kemampuan untuk cetak uang” memang tidak salah namun saya disini berbicara uang secara value. ketika uang itu dicetak, jumlahnya memang bertambah, maka dari itu value atau nilainya akan turun. Karena nilainya turun, maka terjadi inflasi.

Kalau mau dihitung, sebenarnya nilai seluruh uang yang ada di seluruh dunia itu sama, cuma berpindah2 kantong saja. memang ada aset yang nilainya naik, misalnya saham, property, emas, dll. tapi ada juga yang nilainya turun, seperti barang konsumsi, infrastruktur, mobil, dll. misal tahun lalu saya membeli blackbery bold seharga 7 juta, sekarang seandainya saya jual mungkin cuma dihargai 5 juta. nilai aset yang naik akan mensubstitusi nilai aset yang turun, sehingga nilai seluruh aset atau uang di seluruh dunia pasti sama.

Pendeknya seperti ini: Misalkan, B punya duit 100, dihutangkan ke A. Uang tetap 100 kan. A beli sesuatu yang karena krisis jadi tidak bernilai, yang kena B bukan A karena itu duit hutangan. Dalam kondisi ini B punya 0, A juga punya 0, yang 100 itu hilang sama sekali.

Ketika B ditalangi 100 bukan berarti ada uang baru bisa dibelanjakan. Toh dari awal B punya 100, lalu 0, lalu 100 lagi. Yang terjadi kalau tidak ada talangan jumlah uang beredar akan turun, ini mengakibatkan deflasi karena jumlah supply barang & jasa melebihi jumlah uang beredar.

Kuncinya ada di ‘barang’ yang dibeli oleh A. Kalau barang ini masih bisa dijual, bisa jadi duit, tapi misalnya kita punya surat utang dari perusahaan yang sudah bangkrut & sudah dilikuidasi, ini tidak ada nilainya. Uang kita hangus, kalau cadangan kas tidak kuat pasti bangkrut.

Saya percaya dengan adanya equilibrium di dunia ini, termasuk dalam bidang ekonomi. Jika terjadi ketidakstabilan atau bubble ekonomi, maka akan terjadi adjustment atas ketidakstabilan itu, hal inilah yang diistilahkan dengan krisis, untuk mengembalikan segala sesuatu ke nilai awalnya.

Indonesia tahun lalu sudah membukukan growth lebih dari 4% dengan inflasi yang cukup terkendali walaupun perekonomian dunia masih penuh dengan ketidak pastian. Apakah recovery ekonomi akan berbentuk U-shape, V-shape, W-shape atau jangan2 M-shape?

Saya pribadi masih optimis dengan outlook ekonomi Indonesia kedepannya. Sektor– sektor yang biasanya akan tumbuh pertama setelah recovery ialah sektor perbankan, lalu disusul dengan sektor property dan infrastruktur karena dimulai dari sanalah kredit dikucurkan atau pendanaan mulai disalurkan ke sektor sektor riil, sehingga sektor riil seperti diberi nafas baru untuk melanjutkan kegiatannya. Setelah perbankan kembali stabil maka kredit untuk property, KPR, akan mulai banyak dimarket apalagi didukung tren penurunan sukubunga.

Untuk saham-sahamnya kita lihat aja dari sektor – sektor tersebut yang merupakan saham leading di sektornya. Untuk nilai tukar Rupiah trennya akan terus menguat, saat ini sudah hampit mendekati 9000, karena didukung oleh kebijakan The Fed menjaga suku bunga di US tetap rendah yang menyebabkan USD lari ke emerging market seperti Indonesia, lihat aja jumlah pembelian asing di SUN dan terus menerusnya US mencetak uang untuk memberikan stimulus. Untuk komoditas sendiri, demand kemungkinan masih belum pulih seperti tahun2 sebelum krisis, maka harga komoditi pun belum akan kembali ke highestnya di tahun ini. Jadi untuk harga komoditas paling2 mungkin hanya disekitar harga tahun yang lalu.

Namun ada beberapa kekhawatiran saya, kebijakan Ben Bernanke yang terus menerus mencetak uang di US, tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan tingkat inflasi yang sangat tinggi di US sehingga melewati suatu tingkat yang kritis sehingga malah bukan menjadi perbaikan malah melanjutkan krisis yang telah berlangsung. Dalam salah satu seminar mengenai saham, saya mendengar bahwa hasil pertemuan G-20 Summit Meeting kemarin ialah bahwa anggota G-20 harus menghapuskan subsidi BBM paling lambat pada tahun 2011. Hal ini memungkinkan SBY akan menaikkan lagi harga BBM pada tahun 2010 ini sehingga harga BBM dapat mencapai keekonomisan harga BBM secara bertahap. Efeknya sudah pasti akan berpengaruh ke inflasi, sekali lagi hal ini tergantung nanti kerjasama BI dan pemerintah dalam menangani hal ini dan apakah Indonesia bisa dikecualikan dari hasil tersebut. Negara kita ini kan paling hebat :)

Oleh: Rhenald Kasali
Ketua Program MM UI

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis bahwa tahun ini tahun entrepreneur. Beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga berbicara pentingnya mencetak usahawan-usahawan baru.

Para menteri, baik Menteri Pendidikan Nasional maupun Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kemudian memasukkan hal ini dalam program 100 hari. Yang terakhir, majalah Entrepreneur yang terbit di Amerika Serikat dan menjadi acuan para entrepreneur global, pada edisi penutup 2009, ternyata juga menyebut 2010 sebagai The Year of Entrepreneur.

Entrepreneur Modern

Apa yang saya maksud tentu saja bukan sekadar entrepreneur jadi-jadian. Anda boleh saja punya usaha besar dan terkenal, tapi bagaimana profesionalisme dan keberlangsungannya? Harap dicatat, di negeri ini sudah ada 52,7 juta usaha kecil dan menengah yang menampung lebih dari 90 juta tenaga kerja. Tetapi kalau kita tengok ke dalam, sebagian besar usaha mereka adalah usaha yang dikelola secara asal-asalan, sekadar bisa menghidupi, dan sangat informal.

Itulah sebabnya mereka sulit tumbuh menjadi usaha kelas menengah dan akses terhadap permodalan terbatas. Mereka tidak bisa mendapatkan kredit, selain kredit mikro karena pencatatannya tidak ada dan akibatnya tidak bankable. Selain usaha-usaha itu harus modern, para pembuat kebijakan juga harus memikirkan cara menjadikan usaha-usaha itu unggul dan berdaya saing. Seperti yang kita lihat saat ini, saat negeri ini harus menjalankan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan negara-negara ASEAN dan China. Saat produk-produk buatan China menjadi “darling” bagi para UKM, maka satu per satu industri kita jatuh berguguran.

Membangun masyarakat entrepreneur atau entrepreneurial economy jelas bukan sekadar menambah daftar jumlah pelaku ekonomi. Kita tidak cukup melakukannya dengan membuka akses permodalan saja, melainkan juga perlu memodernkan dan menciptakan kekuatan-kekuatan baru yang berdaya saing tinggi. Di negara-negara industri, daya saing dibangun dengan policy economy yang memungkinkan pelaku usaha mampu bersaing secara sehat.Namun, di Indonesia ini pekerjaan rumahnya masih sangat banyak. Kita perlu iklim usaha yang benar-benar sehat, tapi kita juga perlu strategi.

Strategi keunggulan daya saing itu tidak bisa dibangun dengan infrastruktur dan investasi saja.Peran lokasi, industri-industri penopang, badan-badan riset dan dunia pendidikan akan sangat menentukan.Dalam strategi, peran-peran itu kita kelompokkan dalam apa yang disebut institute for collaborations. Itulah yang dilakukan oleh Malaysia, Thailand,Vietnam,dan kini dijalankan oleh Singapura, India, dan China. Namun itulah yang belum dijalankan di sini, di Filipina dan di Myanmar.

Entrepreneurial Economy

Di Amerika Serikat sendiri,gema entrepreneurial economy mulai berbunyi keras. Setelah dilanda krisis, banyak orang kehilangan kepercayaan pada perusahaanperusahaan besar.Apalagi setelah banyak industrinya pindah ke China, kini ada banyak profesional muda beralih menjadi owner, menjalankan usahanya sendiri.

Henrik Fisker, 46, adalah contohnya. Mantan desainer kepala perusahaan automotif BMW dan Aston Martin ini sekarang mendirikan perusahaan automotif Fisker. Modalnya USD529 juta, didapat dari pinjaman yang diberikan Departemen Energi Amerika Serikat. Berbeda dengan Detroit yang mempekerjakan ribuan orang, Fisker hanya menampung 50 orang karyawan. Namun, di balik itu Fisker berhubungan dengan lebih dari 80 pemasok dari segala penjuru dunia. Diperkirakan tiga tahun lagi merek baru ini akan segera menyaingi mobil-mobil buatan General Motor. Selain Fisker, ada William Wang yang memperkenalkan televisi layar datar merek Vizio dan dalam tempo sekejap meraih penjualan sebesar USD1,9 miliar.

Wang cukup bekerja dengan 162 orang di California. Mike Michaud, yang usianya baru kepala dua namun baru saja dipecat oleh jaringan ritel elektronik Circuit City, dengan modal hanya USD5.000 kini berhasil dalam bisnis website TV Network.Dalam waktu singkat, mereka berhasil meraih penjualan di atas USD150 ribu sebulan. Masih banyak lagi kisah menarik lainnya, sama seperti kita mendengarkan Hengky Eko, lulusan ITS dan UI yang berhasil memasarkan bakso malang melalui lebih dari 150 outlet di seluruh Indonesia, atau Syammahfuz Chazali yang berhasil mendapatkan order membuat batu bata dari kotoran sapi ke luar negeri,sampai Firmansyah Budi Prasetyo yang berhasil membangun sekitar 500 outlet TelaKrezz.

Semua fakta-fakta ini menunjukkan entrepreneur hanya bisa eksis kalau pemerintahannya juga dibangun di atas konsep ekonomi entrepreneur. Entrepreneurial Economy adalah suatu konsep yang didasarkan oleh sistem yang memungkinkan para entrepreneur bergerak cepat, dengan biaya-biaya overhead yang rendah, berbasiskan struktur usaha kecil-menengah yang adaptif dan didukung industri-industri penopang yang lengkap serta pasokan SDM dari universitas-universitas atau SMK yang berkualitas. Itulah yang kita butuhkan untuk membangun daya saing ekonomi Indonesia dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Kita perlu negara yang sehat,yang para politisinya berpikir sehat. Negara tak boleh menjadi sumber ketidakpastian karena politisinya haus kekuasaan, senang berkelahi, berbeda pendapat asal-asalan, dan mudah menyimpan dendam. Kita perlu birokrasi yang profesional dan bekerja cepat. Tapi kita juga perlu strategi yang bisa dieksekusi. Itulah sumber kemenangan masa depan.

Selamat Tahun Baru 2010!

Saya yakin ada banyak orang yang telah bekerja keras sepanjang tahun yang lalu namun merasa seperti tidak beranjak kemana mana. Bahkan ada juga yang merasa seperti ini: “apa lagi yang harus saya lakukan untuk mendapatkan sukses?”.

Bisnis seperti halnya hidup, adalah jalan keras, tidak peduli seberapa besar upaya terbaik yang telah kita lakukan semua harus melalui proses naik turun lebih dulu. Sebagaimana waktu berlalu, ada yang sudah mulai setle, namun ada juga yang mesti  menghadapi kenyataan jauh dari harapan seperti atap runtuh di atas mereka serasa tidak bergerak sehingga kadang sulit untuk melihat kenyataan dibandingkan dengan visi pada saat awal bisnis mulai didirikan.

Dimana untuk memulai lagi, apa yang harus dilakukan sekarang? Well, gak banyak yang bisa saya sampaikan, saran saya mulailah tahun ini dengan kemenangan-kemenangan kecil setiap hari, apapun itu…   Katakan: “Bersama Tuhan aku akan berhasil dalam tahun ini! Aku akan sukses sepanjang tahun ini!”  Ayo terus katakan berulang-ulang..

Sukses Menyertai anda!

Selamat Tahun Baru 2010

Tetttt…tetttt… tettttt…
Terompet berbunyi
Menandakan akhir tahun ini…
Tak terasa ternyata kita sudah dipengujung tahun 2009.
Seperti biasa menjelang Tahun Baru saya ingin menghaturkan:

.

HAPPY NEW YEAR 2010


FAITH makes all things possible,
HOPE makes all things work,
LOVE makes all things beautiful.
May You have all three in this New Year 2010

.

Regards,
Martua Silaban

Please forward,

Rekan-rekan yang tercinta,

Selamat Natal…
semoga…
kesukaan yang ceria…
kedamaian yang sejahtera…
kasih yang tiada batas…
iman yang melampaui segala akal…
ada padamu…

Terimalah sekedar bingkisan Natal dari ku…
semoga berkenan…
dibuka ya… ? :)
dan tolong forward ke rekan-rekan yang membutuhkannya juga… :)

May we live in the Spirit of Christmas…
May we live in the Spirit of Christ
Merry Christmas to You All

Best regards,
Martua Silaban

SBY Banget gitu loh…

SBY, menurut liputan inilah.com, katanya tidak terlibat dalam pemberian bailout dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Baca lebih lanjut Masa iya, seorang presiden tidak tahu menahu dengan keputusan yang diambil oleh anak buahnya? Inilah gaya khas SBY, SBY banget gitu loh…

Tahun 2004 yang lalu saya adalah orang yang turut mendukung dan memilih SBY sebagai Mr.Presiden di Republik ini berpasangan dengan JK. Namun dukungan saya berubah menjadi opposisi setelah melihat stylenya dalam menghadapi masalah yang sangat berlawanan dengan konsep kepemimpinan yang saya pahami.

Style khas yang sangat berlawanan dengan konsep yang saya anut adalah ‘jurus cuci tangan’. Barangkali anda masih ingat pengumuman kenaikan harga BBM yang terakhir, semua rakyat tahu kok dan bisa menerima keputusan tersebut karena memang keadaanya sudah genting dan memaksa. Namun kenapa untuk urusan yang sudah genting dan memaksa tersebut masih harus mewakilkannya kepada orang lain dalam hal ini JK yang pada akhirnya mau tidak mau harus diterima oleh JK.

Inilah yang saya sebut style plinplan dan peragu, lempar batu sembunyi tangan. Hal yang lebih memalukan lagi menurut saya adalah ketika pengumuman penurunan harga BBM SBY tampil dengan gagah didepan seolah olah menjadi malaikat yang berhasil menurunkan BBM. Untuk ukuran orang yang senang dengan  tampilan image barangkali mereka bisa dibodohi, tapi bukan untuk saya.

Sekarang ketika kasus century mencuat dan menjadi konsen publik, tabiat ini muncul lagi, dan saya kok yakin SBY akan berkilah tidak terlibat dalam keputusan bailout yang mengusik rasa keadilan dan hati nurani rakyat kecil tersebut.

Semua skenario untuk pengambilan keputusan itu saya yakin sudah dipersiapkan. Saya barangkali juga anda tentu sudah hapal pola SBY, dia senantiasa mempersiapkan segala sesuatu dengan hati hati dan cermat, termasuk mempersiapkan ‘jurus cari selamat’ bila keputusan itu menjadi bumerang yang menyerang diri sendiri.

Mudah mudahan tulisan ini tidak menjadikan saya kategori ‘most wanted’
DISCLAIMER ON

Tulisan Sebelumnya »