Feeds:
Tulisan
Komentar

YUAN vs USD

Moneycentral dalam salah satu artikelnya, “The Dollar’s Down Decade” menyatakan: “The greenback’s decline has cut deeply into Americans’ buying power over the past 10 years, raising fears of a complete collapse“. Baca Lebih Lanjut

USD saat ini terus mengalami depresiasi, karena volume perdagangan global yang menurun cukup drastis. Sebagai mata uang perdagangan global ketika perdagangan sepi otomatis demand USD juga turun yang akhirnya menekan harga. Yang menarik bahkan the Fed’s malah memberi signal bahwa mereka tidak akan menaikkan suku bunga dalam jangka pendek dan menengah dengan maksud menekan USD terus turun untuk bantu ekonomi dalam negerinya. Kenapa the Fed ingin USD yang lemah? Ini untuk ‘memaksa’ rakyat US yang terkenal doyan belanja supaya berhemat. USD yang lemah membuat barang2 impor semakin mahal, sehingga memaksa mereka beli produk dalam negeri. USD yang lemah ditambah deflasi di pasar domestik juga akan membuat US menarik untuk investor2 asing, kapan lagi bisa beli property di US dengan harga murah seperti saat ini.

Sekarang US sengaja menekan Cina untuk lepas USD-nya. Cina punya cadangan devisa senilai US$2.3 Triliun. 70% dari cadangan devisa itu dalam bentuk USD. Bila dihubungkan dengan cerita yang diatas, return Cina atas asset USDnya ini menjadi minus, dengan kata lain nilainya turun. Sekarang coba bayangkan, 1.61 triliun asset USD Cina, nilainya terus turun. Apakah Cina nggak akan buang untuk diganti dengan yang lain? Tentu Cina harus melakukan sesuatu demi hartanya itu. Dengan investasi di tempat yang lain. Sekarang pertanyaannya adalah kemana?

Apakah mungkin Cina beli asset di US? Saya kira nggak mungkin. Untuk apa Cina buang USDnya untuk beli asset di US. Kan asset di US dihargai dengan USD, sama aja boong, buang USD untuk beli USD yang lain. Inilah barangkali yang menyebabkan harga gold naik. Bukan karena Cina benar2 beli gold, tapi beli gold pakai USD, salah satu cara untuk buang USDnya. Makanya spekulasi di pasar menyatakan Cina bakal beli gold sehingga gold permintaannya tinggi.

Namun ada sebagian orang mengatakan bahwa Cina nggak akan lepas USDnya malah keeps buying USD. Salah satu kunci kesuksesan china adalah nilai tukar mata uang mereka yang stabil. Investor suka dengan kepastian. Nilai tukar yang stabil menjamin bahwa biaya operasional tetap stabil. Sehingga yang ada mereka akan bikin rumor akan melepas, tapi nyatanya tetep beli terus, lain di mulut lain di hati. Cina memborong USD untuk menjaga mata uangnya tetap lemah. Yuan yang lemah mendorong ekspor Cina, karena produk2 Cina menjadi lebih murah di pasaran dunia. Buruh2 di Cina itu dibayar dengan Yuan yang murah bukan mata uang lain. Demikian juga ketika Yuan murah investor berbondong2 membuka industri padat karya di Cina. Jadi tidak bisa dibilang Cina akumulasi USD untuk investasi, mereka melakukan ini karena tidak ada cara lain yang bisa membuat mata uang mereka murah. Oleh karena itulah Dominique Strauss-Kahn, Direktur IMF, sampai menghimbau China “to let yuan appreciate, the sooner the better” dengan cara lepasin cadangan USDnya.

China tightly control its currency by pegging it to the dollar – benefiting domestic exports- and has so far resisted please to allow it rise.”

Trading partner terbesar China adalah US, dan USD juga adalah patokan yang digunakan untuk  menentukan mata uang china, jadi kalau USDnya dijual nilai yuan akan naik terhadap semua mata uang.

Kalau china melepas USD-nya mereka harus cari obyek baru untuk lindung nilai, kalau memilih Yuan jelas tidak efektif karena Yuan tidak banyak diminati di pasar global. Emang ada eksportir yang mau dibayar Yuan? Kalopun ada harus punya cara buang barangnya, misalnya punya usaha di china, baru mereka mau. Kalau yuan digunakan untuk beli mesin dari Jerman, jelas ga laku. Salah satu solusi lain bagi China adalah akumulasi Euro, walaupun bukan tanpa kendala, diantaranya adalah EU nggak akan tinggal diam kalau mata uangnya diborong. Negara2 tonggak EU seperti Jerman, Perancis, dll. mereka itu juga bergantung kepada ekspornya. Kalau Euro naik terus, harga produk mereka jadi tidak kompetitif. Demikian juga dengan JPY sebetulnya juga punya ‘market caps’ yang besar, namun secara historis china tidak suka dengan Jepang karena pernah dijajah, pembelian JPY akan menciptakan kontroversi politik. Namun begitu china mulai buang USD nya, USD turun lebih cepat lagi..

Bold Marketing

Oleh: Rhenald Kasali
Ketua Program MM UI

Di tengah-tengah perhitungan ekonomi yang sangat mengedepankan angka, dunia ini semakin ramai dihuni orang-orang “gendeng” yang keluar dari matematika atau financial economy.

Cara pandang mereka kadang sulit dipahami secara akademis,namun di tangan mereka itulah perubahan menjadi kenyataan. Di Blue Bird misalnya, kalau hitung-hitungan rasio keuangan dipakai,hampir pasti mereka tidak jadi memasang alat GPS pada setiap mobil taksi yang mereka operasikan. Selain harganya sangat mahal, logika kita selalu mengatakan lebih baik tunda dulu sampai harganya turun. Tetapi mereka tidak menghiraukan logika itu dan memilih “hidup” di masa depan ketimbang hidup enak pada hari ini.

Di Indofood, Franky Welirang berkeputusan memasuki negaranegara yang sedang terlibat konflik, meski investor-investor lain menghindarinya. “Kami belajar dari negeri sendiri yang kata orang harus dihindari saat reformasi, ternyata tidak ada masalah. Malah bagus,” ujarnya.

Entrepreneurial Mindset

Blue Bird kini berada di deretan paling depan dengan 17.000 armada taksi. Indofood kini beroperasi di 143 negara dengan omzet kurang lebih Rp40 triliun. Sementara itu negeri ini masih harus ribut untuk membangun jembatan Selat Sunda yang akan menelan biaya Rp117 triliun. Di mata orang-orang “gendeng”, biaya Rp117 triliun bukanlah constraint, tetapi di mata para pemikir birokratis, rupiah sebesar itu terlalu besar. It is a constraint rather than an opportunity.

Dengan anggaran Rp117 triliun mereka melihat potensi besar yang tidak tampak dalam perhitungan ekonomi dengan basis hari ini.Tetapi di mata orang-orang biasa, Rp117 triliun itu terlalu mahal,lebih baik dipakai untuk ratusan kegiatan biasa, yang kecil-kecil, asalkan banyak.

Orang-orang “gendeng” itu memang sulit dipahami karena mereka melihat peluang jauh ke depan. Dan Anda sulit melihatnya. Income stream itu begitu indah di depan, asalkan ia besar, spektakuler, dan attractive. Sebaliknya, yang lain melihat cost stream-nya terlalu besar dan menyesakkan dada. Orang-orang “gendeng” yang saya sebut tadi bukannya tidak berhitung atau mengalkulasi risiko.

Mereka sangat berhitung.Tetapi risiko bagi mereka bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat dijinakkan. Caranya bermacam-macam. Dengan uang hanya sebesar Rp5 triliun mereka bisa membangun jembatan senilai Rp117 triliun, lalu menjualnya seharga Rp200 triliun setelah jembatannya jadi, dan potensi ekonomi di sekitarnya dipoles dan dikembangkan.

Itulah sebabnya mereka disebut street smart,atau smart investor. Mereka mempunyai entrepreneurial mindset yang tajam mengendus peluang dan merealisasikannya. Mereka punya kesabaran menunggu sampai saat itu tiba,dan mengambil aksi-aksi strategis. Semua yang mereka bangun disusun bertahap, dari bawah ke atas.Mereka kawal dengan penuh kesungguhan.

Bold Marketing

Marketing yang dibangun orang-orang “gendeng” ini saya sebut bold marketing seperti huruf hitam yang tampak menonjol pada keyboard komputer Anda.Ya, bold, bukan italic (i). Huruf-huruf bold tampil menonjol dan seperti itu pulalah produk dan promosi yang mereka buat. Dari produknya yang dibangun saja kita segera melihat sesuatu yang spektakuler, menonjol, dan berbeda.

Bukan asal jadi, sekadar ada. Mereka mengajak Anda melompat ke sebuah peradaban baru seperti menyaksikan sesuatu yang tiba-tiba besar di depan mata. Anda pun terkejut. Dari keterkejutan itu sebuah peristiwa promosi yang bersifat volunteer (sukarela) mengalir penuh kekaguman. Bold marketing tidak memerlukan iklan, tetapi produknya sudah sarat dengan muatan-muatan promosi yang bergerak secara otomatis. Saya kira bold marketingbukanlah sesuatu yang baru dalam peradaban manusia, sebab itulah yang dilakukan tokoh-tokoh sejarah dalam membesarkan kejayaan kerajaannya.

Itulah yang berada di belakang munculnya Coliseum (Roma), Menara Gyza, Rockefeller Center, Gedung Opera Sidney, Menara CNN, dan tentu saja Candi Borobudur. Teknik-teknik bold marketing belakangan marak dipakai dalam bisnis properti, entertainment (termasuk industri film), automotif, pendidikan, sampai pariwisata. Semua itu dibuat bukan dengan memenuhi keinginan pasar seperti layaknya traditional marketing, melainkan mereka mendikte pasar.Mereka bukan “memenuhi” selera pasar, melainkan menciptakan gap. Pepatah lama mengatakan, “Orang-orang biasa akan mengambil langkah biasa.Hanya orangorang luar biasa yang berani mengambil langkah besar, langkah bold.”

Orang-orang luar biasa itu adalah orang-orang “gendeng” yang berpikir terbalik. Orang-orang “gendeng” itu dalam terminologi bisnis kita sebut entrepreneur atau intrapreneur. Mereka bukan karyawan biasa yang mencari ketenangan hidup, posisi jabatan atau fasilitas perusahaan. Yang mereka cari adalah kenikmatan berkarya. Mereka inilah yang menciptakan dunia baru.

Para pengamat politik berpandangan bahwa kasus Bank Century adalah pesan untuk Cikeas. Arah dari pengungkapkan skandal Bank Century, adalah bergulirnya desakan impeachment pada Presiden SBY.

Politisi Indra J Piliang dari Partai Golkar menegaskan, kasus Bank Century ini pesan untuk Cikeas. Kasus ini akan menjatuhkan SBY-Boediono. Ia meminta Mahkamah Konstitusi mengadakan simulasi pengadilan impeachment.

Tata cara pengadilan seperti ini kita belum tahu. Dan sekarang sudah ada MK yang dalam UU berhak untuk melakukan impeachment.

Impeachment adalah proses di mana sebuah badan legislatif secara resmi menjatuhkan dakwaan terhadap pejabat tinggi negara. Impeachment bukan berarti pemecatan atau pelepasan jabatan. Bisa saja hanya pernyataan dakwaan secara resmi, mirip pendakwaan dalam kasus-kasus kriminal.

Jadi impeachment bisa jadi hanya langkah pertama menuju kemungkinan pemecatan. Artinya, kalau pejabat tersebut telah di-impeachment dia harus menghadapi kemungkinan dinyatakan bersalah melalui sebuah pemungutan suara legislatif, yang memang bisa mengarah pada pemecatan sang pejabat.

Dalam kaitan ini, alasan pengajuan impeachment adalah agar tak ada prasangka dari masyarakat. Selain itu juga untuk pendidikan politik. Apalagi, panitia angket tidak bisa menjatuhkan Presiden SBY. Karena yang berhak melakukan impeachment adalah Mahkamah Konstitusi. Baca selanjutnya

Kasus Century kini mencuat bukan hanya terfokus soal keuangan Bank Century lagi, tetapi sudah memasuki ranah politik dan hukum. Informasi yang saat ini banyak beredar tanpa menyebutkan sumber informasinya disebutkan bahwa dana aliran Century mengalir ke sejumlah nama penerima atau institusi tertentu, di antaranya ke KPU senilai Rp200 miliar, Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Rp200 miliar, Fox Rp200 miliar, Partai Demokrat Rp700 miliar, Djoko Suyanto Rp10 miliar, dan ke tiga bersaudara Mallarangeng (Andi, Choel dan Rizal Mallarangeng) masing-masing Rp10 miliar. Baca selanjutnya

Sementara itu pengacara dan aktivis Eggy Sudjana mengatakan DPR tidak perlu melakukan hak angket atas Kasus Bank Century melainkan harus melakukan impeachment terhadap kasus tersebut.

Menurut Eggy, proses hak angket artinya DPR masih melakukan penyelidikan terhadap kasus Bank Century padahal BPK telah menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

“Dalam temuan BPK sementara telah mengisyaratkan adanya pelanggaran hukum dalam kasus Bank Century. Karena itu teman-teman DPR sebaiknya melakukan impeachment terhadap SBY bukan hak angket lagi,” kata Eggy.

Eggy menambahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang dibuat oleh pemerintah merupakan sebuah bukti presiden telah menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangannya. Ia juga menjelaskan dalam pembuatan Perppu tersebut harus berdasarkan dua hal. Pertama negara sedang berada dalam keadaan darurat dan kedua negara sedang berada dalam keadaan genting. Baca selanjutnya

“Sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Sesuatu yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak benar pada akhirnya akan berujung pada Impeachment…hehe…Emang enak???”

Sumber: Inilah.com dan klikp21.com

SUATU hari, kakek and nenek sedang melihat acara ‘Dukun Sang Penyembuh’ di TV.

Sebelum acara itu berakhir, dukun itu meminta semua orang yang ingin sembuh untuk meletakkan tangan kanannya di layar TV, dan menaruh tangan kirinya di bagian dari tubuh mereka yang ingin disembuhkan.

Nenek pun segera bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju TV, lalu meletakkan tangan kanannya di layar TV, dan meletakkan tangan kirinya di pinggang yang telah dua tahun ini terasa sakit.

Kakek pun tak mau ketinggalan, dia berjalan menuju TV, lalu meletakkan tangan kanannya di layar TV dan meletakkannya tangan kirinya di selangkangannya.

Nenek yang melihat si kakek sambil berkata, “Tampaknya kau tidak mengerti acara dukun ini. Tujuannya adalah untuk menyembuhkan yang sedang sakit, bukan untuk membangkitkan yang sudah mati…”

Sumber: INILAH.COM

Peneliti Vatikan kembali menghidupkan perdebatan kuno menyangkut Shroud of Turin dengan menyebut tulisan samar di kafan itu membuktikan bahwa asli dari penguburan Yesus.

Barbara Frale, seorang peneliti di arsip Vatikan mengatakan dalam sebuah buku barunya ia menggunakan foto yang sudah disempurnakan melalui komputer menyangkut kafan itu, untuk memecahkan tulisan samar dalam bahasa Yunani, Latin dan Aram yang tersebar di seluruh kain.

Dia menegaskan kata-kata itu termasuk tulisan “(J) ESU (s) Nazarene” – atau Yesus dari Nazaret – dalam bahasa Yunani. Itu, katanya, membuktikan teks bukan berasal dari abad pertengahan karena tidak ada Kristen pada waktu itu, bahkan pemalsu akan menyebut Yesus tanpa merujuk kepada keilahian.

“Bahkan seseorang yang berniat memalsu sebuah peninggalan akan memiliki semua alasan untuk menempatkan tanda-tanda keilahian pada obyek ini, “kata Frale.

“Seandainya kami menemukan ‘Kristus’ atau ‘Anak Allah’ maka kami akan menganggapnya sebagai pemalsuan, atau sebagai prasasti tanda berbakti. “

Di kain kafan itu membekas sosok seorang pria yang disalibkan, lengkap dengan darah merembes dari tangan dan kaki, dan yang percaya citra Kristus menempel di kain linen itu pada saat kebangkitan-Nya.

Artefak yang rapuh dan dimiliki oleh Vatikan itu terkunci dalam ruang pelindung di katedral Turin dan jarang ditampilkan. Dengan ukuran panjang 13 kaki dan lebar tiga kaki, kain kafan ini pernah mengalami kerusakan parah termasuk dari api.

Gereja Katolik tidak membuat pernyataan tentang keaslian kain itu, tetapi mengatakan kain itu sebagai simbol penderitaan Kristus. Perdebatan telah panjang di komunitas ilmiah. Yang skeptis mengatakan tes penanggalan radiokarbon pada tahun 1988 menunjukkan kain kafan itu dibuat dari abad 13 atau 14.

Tapi Raymond Rogers dari Los Alamos National Laboratory mengatakan pada tahun 2005 bahwa yang diuji adalah benang tambalan yang digunakan untuk memperbaiki kain kafan itu setelah terjadi kebakaran.

Rogers, yang meninggal tak lama setelah menerbitkan temuannya, menghitung kain itu berasal dari 1.300 sampai 3.000 tahun lalu yang merupakan era Yesus.

Studi yang lain, oleh Universitas Ibrani, menyimpulkan bahwa serbuk sari dan tanaman di gambar kain kafan menunjukkan berasal dari daerah sekitar Yerusalem kira-kira sebelum abad kedelapan.

Sementara surat samar tersebar di seluruh wajah pada kain kafan tidak diperhatikan peneliti karena hasil penanggalan tes radiokarbon. Frale mengatakan memperjelas kata-kata dari foto-foto yang disempurnakan dari kain kafan itu dan menunjukkan ke para ahli, mereka setuju gaya penulisan khas Timur Tengah pada abad pertama yang merupakan era Yesus.

Dia percaya teks ini ditulis di sebuah dokumen oleh petugas dan terpaku pada kain kafan di bagian wajah sehingga tubuh dapat diidentifikasi oleh kerabat dan dikuburkan dengan benar.

HISTORY PENYELIDIKAN

Kain Kafan Torino Berasal Dari Abad Ke-14?

Atas perintah dari Paus Johannes Paulus II kain kafan yang disimpan di kota Torino di Italia Utara diselidiki secara ilmiah dengan test-Carbon-14.

Test-Carbon-14 itu adalah cara yang baik untuk menentukan umur dari barang purbakala. Metode itu sudah lama dikenal, tetapi baru sekarang ini dapat dilakukan dengan contoh kain yang kecil (kurang dari satu centimeter persegi).

Test dilakukan oleh tiga Universitas (satu di Amerika, satu di Inggris dan satu di Swis). Penyelidikan dikoordinasi oleh Direktur dari British Museum, Dr. Tite.

Pada bulan Oktober 1988 diumumkan hasilnya: Kain kafan di Torino berasal dari abad 14, Dengan demikian sudah terbukti bahwa kain kafan Torino bukan kain kafan Yesus, yang disebut dalam Injil Yohanes.

Penipuan Oleh British Museum?

Akan tetapi Dr. Bruno Bonnet-Eymard dalam majalah bulanan Perancis ‘La Contre-reforme catholique’ menuduh Dr. Tite melakukan penipuan. Pada waktu potongan dari kain kafan akan dikirim ke Universitas yang akan menyelidiki kain itu, Dr.Tite menukar potongan kain kafan dengan potongan kain lain yang diambil dari Korkap Santo Louis, Uskup dari Anjou pada abad ke-14.

Petisi Kepada Santo Bapa

Sekarang sudah ada banyak petisi kepada Santo Bapa di Roma, supaya test-Carbon-14 diulang dengan penjagaan lebih ketat, supaya jangan ada penipuan lagi.

Pada bulan Mei 1989 akan diadakan simposium di kota Bologna, Italia, sebagai persiapan Kongres Internasional kelima, yang akan diadakan di Cagliari, Italia pada bulan April 1990. Harapan besar mereka akan mohon izin dari Santo Bapa untuk mengulang test-Carbon-14.

Penyelidikan Baru:
Kain Kafan Dibuat Dalam Abad Kedua Sebelum Masehi!

Pada tahun 1973 Prof. Gilbert Raes dari Universitas Gent di Belgium telah membuat penyelidikan-tekstil sepotong dari kain kafan. Prof. Raes membuktikan bahwa benang dari kain kafan dipintal dengan tangan. Pada akhir abad ke-11 di Eropa Barat sudah memakai roda pemintal, sehingga penyelidikan dari British Museum tidak cocok. Prof. Raes masih menyimpan sepotong dari kain kafan itu. Potongan itu dikirim ke
Universitas di California (Amerika Serikat) untuk diselidiki dengan test-Carbon-14. Hasilnya bahwa kain kafan itu dibuat lebih kurang 200 tahun sebelum Yesus lahir. Yosef dari Arimatea yang sudah mempunyai kuburan dekat Kalvari, mungkin juga sudah mempunyai kain kafan yang mahal dan tua.

Hasil Penyelidikan Team Amerika Pada Tahun 1976

Pada tahun 1976 team dari Amerika menyelidiki kain kafan. Hasil penyelidikan mereka dipelajari di Amerika oleh lebih dari 400 orang ahli sains. Mereka semua berpendapat, bahwa kain kafan bukan penipuan.

Gambar pada kain kafan sungguh cetakan dari jenasah seorang yang disiksa seperti diceriterakan dalam Injil, bukan lukisan. Tidak ketemu zat warna atau bahan kimia lain, yang diperlukan untuk melukis.

Diperiksa dengan microscope tidak ketemu kesalahan anatomis. Padahal ilmu anatomi yang tepat baru berumur 150 tahun. Gambar adalah negatif, sedangkan fotografi baru dikenal dalam abad ke-19.

Gambar mempunyai sifat tiga dimensi. Komputer dan alat foto untuk menyelidiki tiga dimensi adalah alat mutakhir (tahun 70-an) yang dipakai oleh NASA untuk menyelidiki permukaan bulan.

Luka pada tangan Yesus ketemu pada pergelangan tangan, bukan ditengah-tengah tangan seperti lukisan-lukisan dari abad pertengahan.

Luka pada lambung Yesus ketemu disebelah kanan bawah, bukan kiri atas seperli patung salib biasa.

Bacaan Lebih Lanjut: media.isnet.org

Humor 3G

Menurut desas desus yang beredar menyebutkan Pejabat Kabareskrim POLRI Susno Duadji akan segera diganti dengan pejabat baru, namun bukan karena terkait kasus Pejabat KPK Bibit-Chandra Hamzah melainkan diganti untuk keperluan upgrade teknologi karena sudah usang alias ketinggalan zaman. Susno duaji masih menggunakan teknologi 2G Duaji sehingga perlu dilakukan upgradi teknologi menjadi Triji 3G.

“Hukum di negeri kita ini memang sedang sakit. Ada orang ketangkep nyolong semangka dituntut hukuman 3 bulan penjara, sementara korupsi milyaran rupiah malah bebas”.

Hipermart Minggu kemarin mengadakan sale buah anggur Redglobe harganya sangat murah. Orang-orang rame rame berebutan beli, dan hebatnya mulut mereka tak kurang kencengnya mengunyah puluhan anggur yang dijajakan. Padahal jelas ditulis “Dilarang makan buah buahan” dan kita tahu belum dibeli kog udah dimakanin jelas belum bayar dan ga akan bayar karena udah masuk perut. Kira kira kalo anda melihat calon pembeli seperti itu gimana reaksi anda, mestinya ditangkep dan di perkarakan,bukan? Inilah yang disebut budaya kita masih BUDAYA KORUP.

Baru-baru ini ada kasus dimana seorang nenek kedapatan mencuri tiga biji kakao seharga 1500 perak yang kemudian divonis oleh pengadilan 1 bulan 15 hari penjara potong masa tahanan. Saya sendiri agak bingung juga sebenarnya dengan kasus ini. Yang benar itu mencuri 3 biji kakao, 3 buah kakao atau 3 Kg kakao. Buah kakao yang dari pohon itu memang besar, ukurannya kira2 sebesar pepaya. Kalo cuma bijinya, ya paling hanya sebesar biji kopi. Kalo benar hanya biji, kebangetan yang lapor tuh, kok bisa2nya tahu bijinya hilang 3 biji:) Kesian, kalau mungkin dulunya tetangga nenek Minah nggak pada tahu, sekarang seluruh Indonesia tau bahwa nek Minah nyolong kakao…

Lalu terjadilah kontroversi, karena ada pihak2 yang menganggap bahwa kasus ini terlalu kecil, saya lebih percaya media sengaja mengangkat headline seperti ini untuk menaikkan ratingnya. Bahkan ada yang bilang seharusnya kasus ini tidak diproses oleh kepolisian. Ada juga pihak2 yang menuntut supaya nenek Minah divonis bebas, seperti dilaporkan oleh media. Di mata sebagian orang tindakan memenjarakan nenek Minah, walaupun efek dari vonis tersebut nenek Minah sudah bebas karena masa tahanan dibawah 3bulan, adalah tindakan berlebihan yang berlawanan dengan hati nurani. Saya sendiri juga berpendapat bahwa seharusnya kasus ini bisa diselesaikan sebelum laporan kepolisian resmi dibuat. Berapa duit yang dihabiskan untuk memproses padahal nilai yg dicuri kurang dari 5 ribu perak. Tetapi, ketika korban pencurian bersikeras untuk membuat laporan, mau tidak mau, suka tidak suka, harus diproses karena begitulah hukum. Nggak ada satupun undang2 yang bilang bahwa ada larangan untuk melaporkan tindakan kriminal.

Dari sisi nenek Minah, dia tidak berusaha keras sampe manjat pagar misalnya atau mengendap2 masuk halaman orang, untuk mencuri 3 biji kakao tersebut. Kesempatan mucul karena kebetulan tidak jauh darinya. Kalau dia memang sangat berniat mencuri, dia tidak akan mengambil hanya 3 biji, dia akan mengambil lebih banyak dan menyembunyikannya. Faktanya dia hanya menaruh dibawah pohon tidak jauh dari situ lalu membiarkannya sambil meneruskan pekerjaannya, hingga kemudian pengawas menemukannya. Dan itu pun dikembalikan lagi.

Koruptor ratusan juta atau miliaran bahkan triliunan rupiah tidak perlu saya jelaskan seberapa besar niatnya dan seberapa keras usahanya kan? :) Toh yg dicuri setimpal dengan usaha menurut para koruptor ini. Dikembaliin lagi? boro-boro, malahan diputus bebas. Tapi karena perbuatan merekalah akan selalu ada nenek Minah – nenek Minah lainnya yang haknya untuk hidup sedikit lebih layak telah dirampas secara tidak langsung.

“Hukum menampakkan wajah kepada orang-orang miskin dan yang terpinggirkan sementara mereka yang memiliki uang dapat membelinya berapapun harga yang harus dibayar. Kalau ‘keadilan’ nggak bisa dibeli mestinya fee lawyer sama semua, nyatanya ada yang dibayar sampai milliaran rupiah.Tanya kenapa??”

Bicara proses gugatan, barangkali anda pernah kehilangan HP. Berapa banyak orang yang kehilangan HP yang melapor ke polisi? Jangankan HP, kehilangan barang yang lebih mahal pun orang enggan melapor karena ‘ongkos mencarinya’ lebih mahal. Bisa dibayangkan bukan berapa biaya untuk melaporkan pencurian sampai penuntutan 3 buah kakao? Saya tidak ada maksud untuk menuduh, hanya sekedar mengajak berpikir untuk tidak melupakan realita. Kalau fee lawyer dibilang mahal, mafhum lah kenapa mahal. Whether they are very damn good lawyers atau dikarenakan ada “biaya-biaya lain yang patut diduga” yang membuat fee lawyer jadi mahal, disamping old idiom ada harga ada kualitas. Pada issue yang lebih besar, sepertinya kasus korupsi besar yg sedang berlangsung saat ini akan menjadi titik balik proses hukum di Indonesia, akan dibawa kemana, terciptanya sistem dan aparat yang dapat dipercaya kredibilitasnya setelah disapu semua kotoran2 dan debu2nya atau… setiap orang akan bungkam selamanya karena hukum pun sudah tidak bisa dipercaya sebagai penegak keadilan.

Kita sependapat, kalau hukum tidak boleh pandang bulu, bila pencuri buah semangka, pencuri sendal jepit di Masjid, pencuri 3 biji kakao dan ‘pencicip’  anggur dihukum, maka koruptor kakap juga. Jangan minta dibalik dulu kalimatnya. Hukum itu bukan tentang ‘kebenaran’ sebab mungkin hanya Tuhan yg tahu apa yg sebenarnya terjadi. Hukum itu ya apa yang bisa dibuktikan di pengadilan itulah yang benar.

Dalam kasus nenek Minah, susah mau ngomong dia tidak bersalah, wong orangnya sendiri udah ngaku. Namun keadilan seharusnya ditegakkan. Kalau nenek Minah dihukum 1 bulan 15 hari karena mencuri kakao seharga 1500 maka setelah itu hukum juga harus menyentuh mereka yg sudah ‘mencuri’ triliunan rupiah dengan masa hukuman: (triliunan rupiah : 1500) x 1 bulan 15 hari. Hayo siapa berani mengikuti hati nurani?

Buaya DiCicakin…

saya-cicak-berani-lawan-buayaMembaca judul artikel diatas barangkali sedikit aneh ditelinga. Kita lebih sering mendengar istilah buaya dikadalin tidak buaya dicicakin  heheh…

“Buaya” dalam kehidupan sehari hari dianalogikan kepada hal-hal yang cenderung negatip seperti penipu,tukang boong tukang selingkuh. Contohnya simak aja lagu Duo Maia “Buaya darat”, syairnya berbunyi:  Lelaki Buaya darat busyet aku tertipu lagi…:D

Buaya dicicakin ini muncul dalam ribut ribut antara Polisi dengan KPK dalam perumpamaan buaya vs cicak. Dalam persoalan ini ditunjukkan rasa kesal buaya dengan ulah cicak yang melangkahi kebuayaan mereka. Buaya merasa sudah menjadi ikon dari tukang kibul kini coba dikakangi cicak kecil.jelas ga terima dong. Sebaiknya sesama tukang kibul jangan saling mengkibulin lah begitu barangkali keinginan sang “buaya”, cukup buaya aja yang jadi buaya, predikat yang selama ini sudah melekat pada mereka,  jangan coba coba diambil alih oleh cicak lagi yang pengen jadi buaya.

Terakhir dalam rapat dengar pendapat POLRI dengan komisi 3 kemarin, jurus kibul buaya ini keluar lagi. Buayanya ngeluarin air mata yang disebut “air mata buaya” mo ngibulin siapapun yang bersimpati padanya .. ayo siapa lagi yang bakal kena tipu air mata buaya…

Sekilas tentang EVA

CSL2058EVA, yang jelas ini bukan nama cewek:D, adalah singkatan dari Economic Value Added yaitu suatu konsep penilaian kinerja keuangan perusahaan yang dikembangkan oleh Stem Stewart & Co. Konsep ini memfokuskan perhatian ke upaya penciptaan nilai perusahaan dan menilai kinerja keuangan perusahaan secara adil yang diukur dengan mempergunakan ukuran tertimbang (weighted) dari struktur modal awal yang ada sehingga diharapkan dapat memperoleh hasil perhitungan pada upaya penciptaan nilai perusahaan (Creating a Firms value) yang lebih realistis.

Dapat dikatakan bahwa EVA ini merupakan suatu alat analisis finansial untuk menilai profitabilitas yang realistis dari operasi perusahaan dengan mempergunakan biaya modal dalam perhitungannya. Selain itu EVA juga mempertimbangkan dengan adil harapan para penyandang dana, melalui perhitungan biaya modal tertimbang dari struktur modal perusahaan.

Konsep EVA sebenarnya merupakan konsep baru yang dikembangkan dari konsep lama yaitu biaya modal (cost of capital). Konsep ini digunakan untuk mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebagai akibat dari penggunaan dana untuk pembelian barang dan modal kerja. Definisi tersebut mengidentifikasikan bahwa biaya modal merupakan tingkat pengembalian yang harus dicapai oleh perusahaan agar dapat menutup beban finansial atas penggunaan sumber dana jangka panjangmya.

EVA dapat ditentukan dengan menghitung:
1. cost of debt
2. cost of common stock
3. struktur permodalan dari neraca
4. NOPAT
5. Tingkat pengembalian (Return)
6. Biaya modal rata-rata tertimbang

Manfaat EVA antara lain adalah :
1. EVA berkorelasi positif dengan tingkat pengembalian investasi dalam saham. Dengan demikian para pemegang saham akan memperoleh penghasilan yang lebih besar bila EVA perusahaan milik mereka meningkat.
2. EVA berkorelasi negatif dengan tingkat perputaran pimpinan eksekutif perusahaan. Data-data menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang memiliki EVA di bawah median industri memiliki tingkat perputaran sebesar 19,3% sedangkan perusahaan-perusahaan yang memiliki EVA diatas median industri hanya memiliki tingkat perputaran sebesar 9%, sehingga layaklah jika para pimpinan eksekutif perusahaan berlomba-lomba meningkatkan EVA untuk menyelamatkan posisi mereka yang umumnya disertai dengan gaji yang menggiurkan.
3. EVA membantu para manajemen puncak perusahaan untuk memfokuskan kegiatan usaha mereka, yaitu memperoleh EVA setinggi mungkin agar para pemegang saham mendapatkan penghasilan yang maksimal. Fokus ini sangat membantu mengurangi konflik yang umum terjadi antara pihak manajemen dan pemilik perusahaan.

Meskipun demikian konsep inipun tak luput dari kelemahan, antara lain;
1. Hanya mengukur hasil akhir (result), konsep ini tidak mengukur aktivitas-aktivitas penentu seperti loyalitas dan tingkat retensi konsumen.
2. Terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu, padahal faktor-faktor lain terkadang justruk lebih dominan.
3. Konsep ini sangat tergantung pada transparansi internal dalam perhitungan EVA secara akurat.

Dengan demikian konsep EVA mampu mendorong manajer untuk meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu sebagai pengukur kinerja perusahaan, EVA juga secara langsung menunjukkan seberapa besar perusahaan telah menciptakan nilai bagi pemilik modal, hal ini juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran manajer bahwa tugasnya adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan serta meningkatkan nilai pemegang saham dan bukannya untuk mencapai tujuan yang lain.

Pustaka: Dari berbagai Sumber

elena-desserichIni adalah kisah inspiratif yang ditayangkan di  CNN pekan lalu. Cerita yang sangat emosional dan menyentuh hati bagi siapa saja yang menyaksikannya.

Dikisahkan, tepat sebelum ulang tahun keenam, Elena Desserich, didiagnosa menderita kanker otak dan diperkirakan usianya tinggal 135 hari untuk hidup. Dia mampu bertahan selama 255 hari, sebelum akhirnya meninggal pada tahun 2007 yang lalu. Setelah kematiannya, orangtua Elena, Brooke dan Keith, menemukan ratusan catatan dari Elena tersembunyi di sekitar rumah – di antara tumpukan CD, rak buku, di laci lemari, di ransel ….

“Ini terasa seperti pelukan hangat darinya, seperti ingin mengatakan bahwa dia sedang mencari kami”

Elena mulai menyembunyikan ratusan surat cinta kecil di sekitar rumah untuk orangtuanya untuk ditemukan setelah ia pergi. Elena meninggalkan ratusan catatan seperti ini:

elena-desserich-notes-left-behind1elena-notes-left-behind2

elena-desserich-notes-left-behind3

Orangtua Elena kini telah menerbitkan catatan ini dalam sebuah buku berjudul “Notes Left Behind” untuk mendanai sebuah organisasi nirlaba The Cure Starts Now didedikasikan untuk melawan kanker otak pediatrik.

Saya pikir ini cerita yang luar biasa dari seorang gadis kecil yang harus pergi meninggalkan keluarga untuk selama lamanya. Mungkin gadis kecil ini tahu dia akan mati dan ia mencintai orangtuanya sehingga dia ingin mereka tetap mengingatnya bahkan setelah ia meninggal.

VIDEO Memory:: An amazing girl named Elena

Tulisan Sebelumnya »