Saya mencoba untuk mencari tau tentang kekuatan dan kelemahan diri seseorang. Saat search melalui media google saya bertemu dengan StrengthFinder™, suatu alat yang dibangun berdasarkan penelitian puluhan tahun untuk membantu orang menemukan bakat mereka. StrengthsFinder™, ditemukan oleh Marcus Buckingham dan Donald O. Clifton yang juga dimatangkan dan ditulis oleh Tom Rath, mengukur keberadaan 34 tema bakat.
Bakat/talenta adalah pola pemikiran alami yang berulang, perasaan, atau perilaku produktif yang dapat diterapkan. Semakin dominan suatu tema didalam seseorang, semakin besar dampak dari tema pada perilaku dan kinerja orang tersebut. Hasilnya dari 34 tema yang ada 5 bakat teratas saya peroleh seperti berikut ini:
Achiever® – Saya adalah seorang achiever. Achiever menjelaskan kenapa drive saya tinggi. Achiever memiliki kebutuhan yang besar untuk mencapai sesuatu. Saya selalu merasa seolah-olah setiap hari dimulai dari nol dan di akhir hari, saya harus mencapai sesuatu supaya saya bisa merasa puas. Akibatnya, walaupun lagi santai-santai, tapi kalo tidak mencapai sesuatu, hal kecil sekalipun, misalnya pengen makan ice cream, tapi kalo tidak tercapai, rasanya nggak komplit. Katanya, ada internal fire burning inside me, yang setiapkali mencari sesuatu untuk di capai.
Activator® – Saya termasuk dalam tema Activator. Saya tidak begitu suka dengan istilah NATO: no action talk only. Bagi saya suatu ide akan menjadi bermanfaat ketika sudah diimplementasikan bukan hanya sebatas retorika. Lebih baik satu ide segera dijalankan daripada sejuta ide tanpa melakukan apa-apa. Saya cenderung tidak sabaran melihat orang yang diam tanpa melakukan sesuatu. Menurut saya banyak hal bisa dilakukan, walaupun tugas utama mungkin sudah selesai dikerjakan. Merapikan setumpuk dokumen misalnya, atau membersihkan debu yang melekat diruangan,meskipun bagi sebagian orang pekerjaan tersebut barangkali tidaklah terlalu penting. Tetapi bagi saya poinnya adalah do something jangan hanya diam saja karena waktu terus mengalir tanpa kita bisa menghentikannya. Orang orang tertentu selalu punya alasan klise untuk menolak mulai bertindak dengan mengatakan masih banyak waktu besok saja dilakukan, bukankah sudah ada orang yang bertanggung jawab untuk hal tersebut,dll. Saya sangat gusar menghadapi orang semacam ini, karena falsafah saya adalah kalau bisa dilakukan hari ini mengapa harus nunggu besok.
Relator® – Saya cenderung untuk dekat dengan orang-orang yang saya kenal baik saja. Bukan berarti saya pemalu. Begitu sudah nyambung, biasanya saya akan memperdalam hubungan itu dengan memahami perasaannya, tujuan hidupnya, ketakutan-ketakutannya, mimpi-mimpinya; dan saya juga ingin mereka untuk memahami yang sama tentang saya. Saya tahu kalo ini beresiko – bisa saja saya dimanfaatkan – tapi saya rela mengambil resiko itu. Buat saya, sebuah hubungan itu ada manfaatnya, hanya kalo tulus. Dan untuk tahu itu tulus atau tidak, saya harus mempercayai orang lain. Semakin saling mengenal, semakin mengambil resiko bersama. Semakin mengambil resiko bersama, semakin sama-sama membuktikan kalo perhatian itu tulus.
Learner® – Saya suka belajar.. apapun yang lagi dipelajari, saya akan lebih tenggelam dengan proses pembelajaran itu sendiri. Lebih tertarik pada proses belajarnya daripada isinya atau hasilnya.. Saya akan sangat semangat dengan perjalanan dari yang tadinya gak tau jadi sangat mengerti. Tema pembelajar ini tidak berarti bahwa saya belajar untuk menjadi ahlinya atau untuk mendapatkan respek dari orang lain. Hasil belajarnya mungkin kurang/tidak signifikan, yang penting buat saya adalah proses belajarnya.
Individualization® – Saya tertarik dengan kualitas unik setiap orang. Saya selalu tidak suka menggeneralisasi bahwa setiap orang pasti sama karena saya percaya pasti setiap orang beda dan spesial. Saya lebih fokus pada perbedaan antara satu individu dengan yang lainnya. Saya akan memperhatikan gaya, motivasi, pemikiran, dan bagaimana cara seseorang membangun hubungan. Katanya saya adalah seorang observer yang baik dan saya bisa mengeluarkan yang terbaik dari setiap orang. Ini juga memungkinkan saya untuk membangun tim yang produktif karena secara insting langsung tahu rahasia tim yang sukses adalah di sekitar memanfaatkan kekuatan setiap orang sehingga tiap orang bisa melakukan dengan baik apa yang memang bisa mereka lakukan.
Demikian sementara hasil penelaahaan saya, saya masih senantiasa search dengan kualitas kualitas individu yang lain yang mungkin masih tersembunyi dan belum digali dan proses ini saya yakini belum akan berhenti sampai disini saja…
By: Martua Silaban
Link: http://strengthstest.com/theme_summary.php
Bacaan lebih lanjut:
StrengthsFinder 2.0 > Gallup Press, 2007 The #1 Wall Street Journal and #1 BusinessWeek bestseller that introduced the StrengthsFinder 2.0 assessment with features that include a personalized Strengths Insight Report, an Action-Planning Guide, and a web-based Strengths Community.
Great post! I’ll subscribe right now wth my feedreader software!