Sumber: INILAH.COM
Peneliti Vatikan kembali menghidupkan perdebatan kuno menyangkut Shroud of Turin dengan menyebut tulisan samar di kafan itu membuktikan bahwa asli dari penguburan Yesus.
Barbara Frale, seorang peneliti di arsip Vatikan mengatakan dalam sebuah buku barunya ia menggunakan foto yang sudah disempurnakan melalui komputer menyangkut kafan itu, untuk memecahkan tulisan samar dalam bahasa Yunani, Latin dan Aram yang tersebar di seluruh kain.
Dia menegaskan kata-kata itu termasuk tulisan “(J) ESU (s) Nazarene” – atau Yesus dari Nazaret – dalam bahasa Yunani. Itu, katanya, membuktikan teks bukan berasal dari abad pertengahan karena tidak ada Kristen pada waktu itu, bahkan pemalsu akan menyebut Yesus tanpa merujuk kepada keilahian.
“Bahkan seseorang yang berniat memalsu sebuah peninggalan akan memiliki semua alasan untuk menempatkan tanda-tanda keilahian pada obyek ini, “kata Frale.
“Seandainya kami menemukan ‘Kristus’ atau ‘Anak Allah’ maka kami akan menganggapnya sebagai pemalsuan, atau sebagai prasasti tanda berbakti. “
Di kain kafan itu membekas sosok seorang pria yang disalibkan, lengkap dengan darah merembes dari tangan dan kaki, dan yang percaya citra Kristus menempel di kain linen itu pada saat kebangkitan-Nya.
Artefak yang rapuh dan dimiliki oleh Vatikan itu terkunci dalam ruang pelindung di katedral Turin dan jarang ditampilkan. Dengan ukuran panjang 13 kaki dan lebar tiga kaki, kain kafan ini pernah mengalami kerusakan parah termasuk dari api.
Gereja Katolik tidak membuat pernyataan tentang keaslian kain itu, tetapi mengatakan kain itu sebagai simbol penderitaan Kristus. Perdebatan telah panjang di komunitas ilmiah. Yang skeptis mengatakan tes penanggalan radiokarbon pada tahun 1988 menunjukkan kain kafan itu dibuat dari abad 13 atau 14.
Tapi Raymond Rogers dari Los Alamos National Laboratory mengatakan pada tahun 2005 bahwa yang diuji adalah benang tambalan yang digunakan untuk memperbaiki kain kafan itu setelah terjadi kebakaran.
Rogers, yang meninggal tak lama setelah menerbitkan temuannya, menghitung kain itu berasal dari 1.300 sampai 3.000 tahun lalu yang merupakan era Yesus.
Studi yang lain, oleh Universitas Ibrani, menyimpulkan bahwa serbuk sari dan tanaman di gambar kain kafan menunjukkan berasal dari daerah sekitar Yerusalem kira-kira sebelum abad kedelapan.
Sementara surat samar tersebar di seluruh wajah pada kain kafan tidak diperhatikan peneliti karena hasil penanggalan tes radiokarbon. Frale mengatakan memperjelas kata-kata dari foto-foto yang disempurnakan dari kain kafan itu dan menunjukkan ke para ahli, mereka setuju gaya penulisan khas Timur Tengah pada abad pertama yang merupakan era Yesus.
Dia percaya teks ini ditulis di sebuah dokumen oleh petugas dan terpaku pada kain kafan di bagian wajah sehingga tubuh dapat diidentifikasi oleh kerabat dan dikuburkan dengan benar.
HISTORY PENYELIDIKAN
Kain Kafan Torino Berasal Dari Abad Ke-14?
Atas perintah dari Paus Johannes Paulus II kain kafan yang disimpan di kota Torino di Italia Utara diselidiki secara ilmiah dengan test-Carbon-14.
Test-Carbon-14 itu adalah cara yang baik untuk menentukan umur dari barang purbakala. Metode itu sudah lama dikenal, tetapi baru sekarang ini dapat dilakukan dengan contoh kain yang kecil (kurang dari satu centimeter persegi).
Test dilakukan oleh tiga Universitas (satu di Amerika, satu di Inggris dan satu di Swis). Penyelidikan dikoordinasi oleh Direktur dari British Museum, Dr. Tite.
Pada bulan Oktober 1988 diumumkan hasilnya: Kain kafan di Torino berasal dari abad 14, Dengan demikian sudah terbukti bahwa kain kafan Torino bukan kain kafan Yesus, yang disebut dalam Injil Yohanes.
Penipuan Oleh British Museum?
Akan tetapi Dr. Bruno Bonnet-Eymard dalam majalah bulanan Perancis ‘La Contre-reforme catholique’ menuduh Dr. Tite melakukan penipuan. Pada waktu potongan dari kain kafan akan dikirim ke Universitas yang akan menyelidiki kain itu, Dr.Tite menukar potongan kain kafan dengan potongan kain lain yang diambil dari Korkap Santo Louis, Uskup dari Anjou pada abad ke-14.
Petisi Kepada Santo Bapa
Sekarang sudah ada banyak petisi kepada Santo Bapa di Roma, supaya test-Carbon-14 diulang dengan penjagaan lebih ketat, supaya jangan ada penipuan lagi.
Pada bulan Mei 1989 akan diadakan simposium di kota Bologna, Italia, sebagai persiapan Kongres Internasional kelima, yang akan diadakan di Cagliari, Italia pada bulan April 1990. Harapan besar mereka akan mohon izin dari Santo Bapa untuk mengulang test-Carbon-14.
Penyelidikan Baru:
Kain Kafan Dibuat Dalam Abad Kedua Sebelum Masehi!
Pada tahun 1973 Prof. Gilbert Raes dari Universitas Gent di Belgium telah membuat penyelidikan-tekstil sepotong dari kain kafan. Prof. Raes membuktikan bahwa benang dari kain kafan dipintal dengan tangan. Pada akhir abad ke-11 di Eropa Barat sudah memakai roda pemintal, sehingga penyelidikan dari British Museum tidak cocok. Prof. Raes masih menyimpan sepotong dari kain kafan itu. Potongan itu dikirim ke
Universitas di California (Amerika Serikat) untuk diselidiki dengan test-Carbon-14. Hasilnya bahwa kain kafan itu dibuat lebih kurang 200 tahun sebelum Yesus lahir. Yosef dari Arimatea yang sudah mempunyai kuburan dekat Kalvari, mungkin juga sudah mempunyai kain kafan yang mahal dan tua.
Hasil Penyelidikan Team Amerika Pada Tahun 1976
Pada tahun 1976 team dari Amerika menyelidiki kain kafan. Hasil penyelidikan mereka dipelajari di Amerika oleh lebih dari 400 orang ahli sains. Mereka semua berpendapat, bahwa kain kafan bukan penipuan.
Gambar pada kain kafan sungguh cetakan dari jenasah seorang yang disiksa seperti diceriterakan dalam Injil, bukan lukisan. Tidak ketemu zat warna atau bahan kimia lain, yang diperlukan untuk melukis.
Diperiksa dengan microscope tidak ketemu kesalahan anatomis. Padahal ilmu anatomi yang tepat baru berumur 150 tahun. Gambar adalah negatif, sedangkan fotografi baru dikenal dalam abad ke-19.
Gambar mempunyai sifat tiga dimensi. Komputer dan alat foto untuk menyelidiki tiga dimensi adalah alat mutakhir (tahun 70-an) yang dipakai oleh NASA untuk menyelidiki permukaan bulan.
Luka pada tangan Yesus ketemu pada pergelangan tangan, bukan ditengah-tengah tangan seperti lukisan-lukisan dari abad pertengahan.
Luka pada lambung Yesus ketemu disebelah kanan bawah, bukan kiri atas seperli patung salib biasa.
Bacaan Lebih Lanjut: media.isnet.org